Menurut Van Valen (1962) bahwa adanya perbedaan fenotip pada individu untuk sifat meristik yang bilateral dapat menunjukan fluktuasi asimetri, yaitu adanya perbedaan antara karakter sisi kiri dan sisi kanan yang menyebar secara normal dengan rataan mendekati nol sebagai akibat dari ketidakmampuan individu untuk berkembang secara tepat dan normal serta fluktuasi asimetri merupakan indikator untuk mengetahui adanya silang dalam (inbreeding). Dengan mengetahui adanya fluktuasi asimetri maka akan mudah untuk menentukan apakah ikan dalam suatu generasi mengalami pertumbuhan yang normal atau tidak. Sebenarnya jika nilai fluktuasi asimertri tidak terlalu besar maka masih bisa disebut normal.
Pertama Ikan Nila ditusuk pada medula oblongata dengan kemiringan 45o agar seluruh sistem sarafnya lumpuh kemudian mati. Kemudian jumlah sisik kanan dan kiri dihitung pada garis LL, jari-jari lemah sirip perut dengan direntangkan terlebih dahulu siripnya. Kemudian sirip dada juga dihitung dengan merentangkan kedua sirip tersebut sehingga jari-jarinya terlihat jelas dan mudah dihitung. Terakhir tapis insang dihitung dengan menggunting dahulu bagian operculum hingga terlepas dan dengan menggunakan lup agar tapis insang mudah dihitung.

Komentar Terakhir