pertumbuhan cacing sutra pada media yang diberi pupuk ayam hasil fermentasi

1 02 2009

Yak mari kita ngomongin cacing sutra lagi!
Cacing yang satu ini emang ga ada habisnye!!!
Setelah kemaren ngomongin global cara budidaya sekarang gw mau ngomongin soal hasil dari budidaya dengan dikasih makan kotoran ayam yang telah di fermentasi. Oh ya gw ngucaping trimakasih buat Roby Faddillah yang data hasil penelitiannya banyak gw pake buat nulis artikel ini.
Cacing Sutra
1. Biologi
Lo cari aja di blog – blog gw sebelumnya. Gw males bahas lagi tapi yang harus lo ngertiin nich cacing merupakan hewan hermaprodit so gunakan fitur search ya!!!
2. Habitat
Cacing ini hidup pada subtrat lumpur dengan kedalaman 0 – 4 cm dengan perincian dibagi menjadi
• Juwana 5gr  kedalaman 2-4cm
Nah seperti hewan air laen maka air memegang peranan penting buat kelangsungan hidup nich cacing. Nach langsung aja dah parameter optimal nich cacning gini nich
• pH : 5,5 -8,0
• Suhu : 25 – 28 C (suhu kamar aja oke kok!!)
• DO(oksigen terlarut) : 2,5 – 7,0 ppm
• Amoniak : <3,6 (kalau ampe lebih tuch cacing bakal ko’it)
3. Makanan
Nach karena dia makluk hidup dia juga butuh makan tho? Makanannya tuch bahan organik yang bercampur dengan lumpur atau sedimen di dasar perairan. Cara makannya dia telen makanan bareng sama sedimennya skalian ntar dalam tubuhnya dia punya mekanisme buat misahin sedimen ma makanan yang dia butuhin
Persiapan Alat dan Bahan
1. Pemupukan
Nah sekarang gw mau cerita cara bikin pupuknya. Gw jelasin aja step by stepnya ya?
• Pertama lo cari dah tuch yang mananya peternakan ayam. Lo beli yang namanya tokai ayam – kalau gw dapet dari peternakan di Fakultas peternakan IPB dan itu gratis trus lo jemur 6 jam.
• Trus Lo cari bakteri yang buat fermentasi tuch Tokai namanya (EM4) lo coba aja cari di toko pertanian atau toko peternakan atau balai peternakan
• Lo aktifin dulu tuch bakteri caranya ¼ sendok makan gula pasir + 4ml EM4 + dalam 300ml air trus lo diemin bentar aja 2 jam aja cukup
• Trus lo campur cairan itu ke 10kg tokai yang dah di jemur tadi – inget ya ngaduknya harus rata
• Trus masukin ke wadah yang ketutup rapet selama 5 hari baru lo guna’in
Kalo lo tanya ama gw kenapa harus fermentasi segala?
Gw jawab : kerena dengan fermetasi maka kandungan N-organik dan C-organik bakal naek sampai 2 kali lipat
2. Wadah
Wadah ayng dipake berukuran 80 x 20 x 15 (PxLxT) lo bisa bikin tuch wadah dari kolam, plastik, terpal, dll. Pokoknya kreatif dikit lah!!!
Cara Kerja
1. Persiapan Wadah
Wadah diisi lumpur sebanyak 3 liter (3,7kg) sama pupuk tokai 3 liter juga (3kg) diaduk aduk ampe rata trus di sebar supaya tingginya 4 cm aja
2. Pemasukan Air
Masukin air sampai tingginya 2 cm dari subtrat trus diemin 10 hari dan biarin bakteri yang bekerja tapi jangan lupa ama yang namanya aerasi + kalo bisa di kasih aliran air gitu.
3. Penebaran Cacing
Setelah 10 hari lo tebar tuch cacing ke wadah. Caran gw dibagi aja tuch gerombolan cacing jadi grombolan grombolan kecil trus baru tebar!!!
Dari Wira :
Nah tuch cacing lo pelihara aja gitu terus trus lo ambilin aja pas lo butuh jangan lupa kasih makan tokai setiap 5 hari sekali sebanyak 1 kg
Kalau ga lo ambil maka setelah hari ke 40 maka populasi tuch cacing bakal berkurang sendiri akibat persaingan sama keracunan amoniak
Trus sebaiknya kalau lo mau ngambil cacing ambilah yang dibagian bawah karena tuch cacing udah dewasa dan dari pada jadi tua lapuk trus mokat mendingan lo panen aja kan buat makan ikan lo!!!

Kalau ngga jelas lo koment aja atau YM gw kirim email ke gw ntar jelasin bagian mana yang ga jelas

DAFTAR PUSTAKA
Fadillah, Roby. 2004.Pertumbuhan Populasi dan Biomassa Cacing Sutra (Limnodrilus) pada Media yang Dipupuk Kotoran Ayam Hasil Fermentasi. (Skripsi) : IPB





Cacing Tubifex / Cacing Rambut / Cacing sutra (Lagi)

1 02 2009

Filum : annelid
Kelas : oligochaeta
Ordo : haplotaxida
Bentuk tubuh cacing ini menyerupai rambut dengan panjang badan antara 1-3cm dengan tubuh berwarna merah kecoklatan dengan ruas ruas. Cacing ini hidup dengan membentuk koloni di perairan jernih yang kaya bahan organik. Cacing ini meiliki 57% protein dan 13% lemak dalam tubuhnya.
Cacing sutra merupakan hewan hermaprodit yang berkembang biak lewat telur secara eksternal. Telur yang dibuahi oleh jantan akan membelah menjadi dua sebelum menetas.
Bahan organik yang baik untuk digunakanoleh cacing sutra adalah campuran antara kotoran ayam, dedak (bekatul) dan lumpur.
Teknik Budidaya Cacing Tubifek
1. Persiapan Bibit
Bibit bisa dibeli dari toko ikan hias atau diambil dari alam
Note : Sebaiknya bibit cacing di karantina dahulu karena ditakutkan membawa bakteri patogen.
2. Persiapan Media
Media perkembangan dibuat sebagai kubangan lumpur dengan ukuran 1 x 2 meter yang dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran air. Tiap tiap kubangan dibuat petakan petakan kecil ukuran 20 x 20 cm dengan tinggi bedengan atau tanggul 10 cm, antar bedengan diberi lubang dengan diameter 1 cm

20 cm x 20 cm 20 cm x 20 cm
20 cm x 20 cm 20 cm x 20 cm
20 cm x 20 cm 20 cm x 20 cm
20 cm x 20 cm 20 cm x 20 cm

1 M x 2M

3. Pemupukan
Lahan di pupuk dengan dekak halus atau ampas tahu sebanyak 200 – 250 gr/M2 atau dengan pupuk kandang sebanyak 300 gr/M2.
4. Fermentasi
Lahan direndam dengan air setinggi 5 cm selama 3-4 hari.
5. Penebaran Bibit
Selama Proses Budidaya lahan dialiri air dengan debit 2 – 5 Liter / detik
6. Pemanenan
Cacing Bisa dipanen setelah 8 – 10 hari.