Budidaya Patin – Pentingnya manajemen Induk Patin dalam kegiatan pembenihan

28 05 2009

Ikan patin merupakan salah satu ikan yang hanya dapat dipijahkan dengan cara pemijahan buatan. Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa hasil dari pemijahan buatan sangat sulit diprediksi keberhasilannya. Keberhasilan dalam memijahkan ikan patin sangat dipengaruhi oleh keaadaan induk. Karena itu Manajemen induk ikan patin secara baik dan benar akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembenihan ikan patin. Petunjuk teknis yang lebih detail akan dibahas pada post selanjutnya! So Keep Reading! Dan Kalau belum paham silakan juga gunakan fitur konsultasi perikanan di pojok kanan atas atau tinggalkan pesan.

Tag : Patin, Budidaya, Broodstock, Manajemen Induk, Pembenihan, Budidaya Patin





Budidaya Patin – Pemeliharaan Induk dalam kolam

28 05 2009

Patin

Kolam yang digunakan untuk memelihara induk patin bisa  dibangun dengan beton atau dari tanah. Kedalama yang disarankan paling tidak adalah 1 meter untuk mencegah fluktuasi kualitas air yang besar. Ikan patin tidak memerlukan pasokan air yang besar untuk suplai oksigen karena patin mampu mengambil air dari udara. Pada pemeliharaan di kolam padat tebar induk yang disarankan adalah 1 ekor/m2 dengan rasio jantan dan betina 1 : 1. Penggunaan kolam sebagai wadah budidaya memungkinkan dilakukannya penumbuhan pakan alami dan kontrol kualitas air yang lebih mudah. Untuk keterangan lebih lanjut gunakan fitur pojok kanan atas (konsultasi Perikanan)!





Laporan Pemasaran Ikan Patin Vietnam

14 05 2009

Pangasius Market Report – February 2009

Viet Nam exported nearly 550 000 tonnes of tra and basa pangasius (commonly called pangasius) in the first ten months of 2008, for a value of USD 1.24 billion, says this FAO Globefish report.

FAO

Vietnamese pangasius still in a bonanza phase…

Pangasius exports increased by 53 per cent in value and 75 per cent in quantity over the same period of 2007. At these rates, pangasius recorded the highest growth rate of any aquaculture product exported by Viet Nam. The country is earning average revenue of USD 150 million from pangasius exports a month and total 2008 exports are expected to be USD 1.5 billion.

These forecasts should be reasonable, as new markets such as Russia, the Middle East and some Asian countries have demonstrated a growing demand for pangasius imported from Viet Nam. Russia is by far the main importing country of pangasius from Viet Nam, representing alone some 20 per cent of total exports. This country reported a 191 per cent growth in imports of pangasius from Viet Nam in the first ten months of 2008. Ukraine is second major outlet for Vietnamese pangasius, with 13 per cent of total imports. Ukraine imports of pangasius grew even stronger than the ones of Russia: from 20 000 tonnes in Jan-Oct 2007 to 70 000 tonnes in Jan-Oct 2008. Egypt also expanded as one of the main outlets for this commodity.

The EU is the main common market for pangasius from Viet Nam, with about one third of imports in both quantity and value terms. Spain is the biggest market, growing by 8 per cent. Demand for pangasius from the European market usually increases every year starting at the end of September.

… but there are some clouds on the bright sky

Despite this phenomenal growth rates, there is also some critics to be heard. On the one hand, the Vietnamese industry suffers from missing storage space. At present, Vietnamese traders have to sell at whatever price, so they are unable to wait for higher prices. In order to increase the present coldstorage capacity to some 10 000 tonnes, 1.1-1.5 million EUR would be needed, difficult to mobilize in the present difficult financial situation. In addition to upgrading infrastructure, aquaculture companies have invested in widening their material areas. They signed contracts with local farmers to supply them with food and breeding fish to guarantee their supply.

Price cuts are to the expense of quality. Huge price competition result in an overuse of glazing and additives. This will result in declining quality and in the long in consumer dissatisfaction. As for all other major seafood items, importers will start to control more the quality offered, and establish good working relationships with trustworthy companies in Viet Nam. There will a shake out of the industry in the coming year.

The Vietnamese government animates pangasius producers to agree upon a floor price to avoid unfair competition, while ensuring hygienic practices. Recently, many aquaculture processing companies in the Cuu Long Delta have invested in upgrading their infrastructure and expanding their production.

Imports of pangasius are up 90 per cent into Germany in the first six months of 2008 compared to 2007. The species is being used in more ways by German companies, including the organic range as well as introducing some high-end smoked products. In October 2008, a consumer journal enquiry found several problems with pangasius products in German supermarkets. The impact of this study on German pangasius consumption has still to be seen.

The US catfish market is growing quite impressively. In the first nine months of 2008, some 37 000 tonnes were imported, 25 per cent more than in the same period of last year. Viet Nam accounts for about half of this quantity, while China reported strong increase in its catfish supplies to the US market, after the tough controls enforced last year. At present China accounts for about 27 per cent of total US catfish imports.

2009 year of change

Vietnamese pangasius producers have to improve their quality and their business practices, in order to maintain their markets in Europe. Overall, 2009 will be an important year for the industry, moving from a booming industry into a more mature phase. The occasional quality problems, as the ones listed by the German journal will lead to more consumer resistance. The low price alone will not be able to maintain the EU market.

February 2009

Diambil dari :

http://www.thefishsite.com/articles/637/pangasius-market-report-february-2009





PENDEDERAN IKAN LELE, CUY!!! (Budidaya Lele – Clarias sp.)

1 02 2009

Pendederan adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Biasanya lele yang biasa di dederkan adalah lele berukuran 2-3cm atau malah larvanya sekalian. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok, penutup dari plastik atau waring untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress.

Pakan

Pemberian pakan mulai dilakukan secara berkala 3 – 4 kali setiap hari. Jumlah pakan yang biasa diberikan adalah 3% dari total bobot lele dari kolam itu setiap harinya.

· Pakan alami yang baik diberikan untuk larva berupa artemia, plankton, jentik-jentik, kutu air (dapnia dan monia) dan cacing sutra (Tubifex sp) sampai umur 3 – 7 hari.

· Selanjutnya larva udah bisa diberi pakan buatan tetapi sebaiknya berprotein tinggi (minimal 25%). Yach gampangnya lo bilang aja ke toko beli pelet udang di toko pelet sekilo disekitar 8000 rupiah. Trus belinya ukuran 2 ato 3 biar ukurannya cukup ama ukuran larva lele.

· Inget ya lele itu memiliki sifat kanibal yang tinggi jadi kalau dia laper dan tidak nemuin ada makanan di sekitar situ maka dia bakal ngembat sodaranya sendiri.

Air

Selama pemeliharaan, kalau lo ga ingin ikan lo step and mati masal lo harus pinter mengelola kualitas air sebagai media pemeliharaan ikan. Kalau lo masih pemula n ga mudeng sama parameter air, maka air yang baik itu yang kayak gini :

· Bersih

· Hijau Cerah

· Kecerahan sampai 4-50 cm ( lo masih bisa liat benda warna putih yang tenggelam sedalam 50 cm)

· Suhu stabil ( 22 – 28oC) pokoknya suhu ga boleh fluktuatif secara cepat ntar ikan lo pada step!!!

· Inget juga airnya ga boleh ada racunya

Buat yang dah jago lo boleh ngukur pH sama jumlah amoniak terlarut. Ati ati banget dech kalau amoniak lo dah naek sampai 0,5 ppt. Lo harus cepet cepet ganti aernya! Kalau ga punya alat buat ngitungnya gambangnya gini bro, kalau airnya dah bau cepet – cepet dig anti.

Trus ya kalau aer hijau tuch tandanya banyak fitoplakton (alga hijau) yang berarti kalau siang banyak fotosistesis trus berakibat banyak oksigen!!! Nach ini bagus Cuma permasalahan kalau malem tuch fitoplankton ikut bernafas sehingga oksigen drop!! Saran gue kalau malem lo pake aja aerasi pati kalau siang ga usah lo nyalain buat hemat energi n biaya

Penyakit

Nach ini yang paling males gw omongin jadi solusi paling jitu dari gue adalah lo buka buka lagi blog gue terutama bab penyakit. Banyak kok penyakit beserta penanggulangannya gw tulis disana. Karena penyakit leleitu hampir sama dengan penyakit ikan pada umumnya. Satu note dari gw : Lele adalah ikan yang memiliki daya tahan kuat, penyebab utama lele sakit adalah kualitas air yang menyebab dayatahannya melemah

Lele

Lele





pertumbuhan cacing sutra pada media yang diberi pupuk ayam hasil fermentasi

1 02 2009

Yak mari kita ngomongin cacing sutra lagi!
Cacing yang satu ini emang ga ada habisnye!!!
Setelah kemaren ngomongin global cara budidaya sekarang gw mau ngomongin soal hasil dari budidaya dengan dikasih makan kotoran ayam yang telah di fermentasi. Oh ya gw ngucaping trimakasih buat Roby Faddillah yang data hasil penelitiannya banyak gw pake buat nulis artikel ini.
Cacing Sutra
1. Biologi
Lo cari aja di blog – blog gw sebelumnya. Gw males bahas lagi tapi yang harus lo ngertiin nich cacing merupakan hewan hermaprodit so gunakan fitur search ya!!!
2. Habitat
Cacing ini hidup pada subtrat lumpur dengan kedalaman 0 – 4 cm dengan perincian dibagi menjadi
• Juwana 5gr  kedalaman 2-4cm
Nah seperti hewan air laen maka air memegang peranan penting buat kelangsungan hidup nich cacing. Nach langsung aja dah parameter optimal nich cacning gini nich
• pH : 5,5 -8,0
• Suhu : 25 – 28 C (suhu kamar aja oke kok!!)
• DO(oksigen terlarut) : 2,5 – 7,0 ppm
• Amoniak : <3,6 (kalau ampe lebih tuch cacing bakal ko’it)
3. Makanan
Nach karena dia makluk hidup dia juga butuh makan tho? Makanannya tuch bahan organik yang bercampur dengan lumpur atau sedimen di dasar perairan. Cara makannya dia telen makanan bareng sama sedimennya skalian ntar dalam tubuhnya dia punya mekanisme buat misahin sedimen ma makanan yang dia butuhin
Persiapan Alat dan Bahan
1. Pemupukan
Nah sekarang gw mau cerita cara bikin pupuknya. Gw jelasin aja step by stepnya ya?
• Pertama lo cari dah tuch yang mananya peternakan ayam. Lo beli yang namanya tokai ayam – kalau gw dapet dari peternakan di Fakultas peternakan IPB dan itu gratis trus lo jemur 6 jam.
• Trus Lo cari bakteri yang buat fermentasi tuch Tokai namanya (EM4) lo coba aja cari di toko pertanian atau toko peternakan atau balai peternakan
• Lo aktifin dulu tuch bakteri caranya ¼ sendok makan gula pasir + 4ml EM4 + dalam 300ml air trus lo diemin bentar aja 2 jam aja cukup
• Trus lo campur cairan itu ke 10kg tokai yang dah di jemur tadi – inget ya ngaduknya harus rata
• Trus masukin ke wadah yang ketutup rapet selama 5 hari baru lo guna’in
Kalo lo tanya ama gw kenapa harus fermentasi segala?
Gw jawab : kerena dengan fermetasi maka kandungan N-organik dan C-organik bakal naek sampai 2 kali lipat
2. Wadah
Wadah ayng dipake berukuran 80 x 20 x 15 (PxLxT) lo bisa bikin tuch wadah dari kolam, plastik, terpal, dll. Pokoknya kreatif dikit lah!!!
Cara Kerja
1. Persiapan Wadah
Wadah diisi lumpur sebanyak 3 liter (3,7kg) sama pupuk tokai 3 liter juga (3kg) diaduk aduk ampe rata trus di sebar supaya tingginya 4 cm aja
2. Pemasukan Air
Masukin air sampai tingginya 2 cm dari subtrat trus diemin 10 hari dan biarin bakteri yang bekerja tapi jangan lupa ama yang namanya aerasi + kalo bisa di kasih aliran air gitu.
3. Penebaran Cacing
Setelah 10 hari lo tebar tuch cacing ke wadah. Caran gw dibagi aja tuch gerombolan cacing jadi grombolan grombolan kecil trus baru tebar!!!
Dari Wira :
Nah tuch cacing lo pelihara aja gitu terus trus lo ambilin aja pas lo butuh jangan lupa kasih makan tokai setiap 5 hari sekali sebanyak 1 kg
Kalau ga lo ambil maka setelah hari ke 40 maka populasi tuch cacing bakal berkurang sendiri akibat persaingan sama keracunan amoniak
Trus sebaiknya kalau lo mau ngambil cacing ambilah yang dibagian bawah karena tuch cacing udah dewasa dan dari pada jadi tua lapuk trus mokat mendingan lo panen aja kan buat makan ikan lo!!!

Kalau ngga jelas lo koment aja atau YM gw kirim email ke gw ntar jelasin bagian mana yang ga jelas

DAFTAR PUSTAKA
Fadillah, Roby. 2004.Pertumbuhan Populasi dan Biomassa Cacing Sutra (Limnodrilus) pada Media yang Dipupuk Kotoran Ayam Hasil Fermentasi. (Skripsi) : IPB