Arang Aktif Si Penyerap Racun

6 05 2009

pas gw lagi nyari gambar arang aktif buat artikel gue gw menemukan artikel yang cukup bagus. That’s it :

Sering kali kita tidak memperhatikan apakah makanan yang kita konsumsi setiap hari sudah cukup aman dari kuman dan jamur sehingga gejala keracunan seperti pusing, mual, diare, dan kram perut tidak dapat dihindari. Ada beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengatasi dan mengurangi keluhan yang diderita akibat keracunan, salah satunya adalah arang aktif atau norit. Norit  terbuat dari arang yang telah diaktifkan, tetapi bukan arang yang biasa digunakan untuk membakar sate. Pembuatan norit melalui suatu proses dengan bahan baku berupa kayu, batu bara, kulit kacang, atau serbuk gergaji yang diolah dengan cara kimia, yaitu dengan mencampurnya dengan asam, atau dengan cara mengukusnya menggunakan uap atau gas pada temperatur tinggi.

Jika arang aktif diperiksa dibawah Scanning Electron Microscopy, akan terlihat pori-pori dalam jumlah yang sangat besar. Dengan gaya Van der Walls yang dimilikinya, pori-pori tersebut mampu menangkap berbagai macam bahan, termasuk bahan beracun. Oleh karena itu arang aktif dapat digunakan pada kasus overdosis obat, keracunan makanan, atau tertelan bahan beracun lainnya. Kemampuan arang aktif dalam  menangkap racun  hanya terjadi di lambung dan usus, ketika zat beracun belum terserap dan masuk ke dalam peredaran darah. Sehingga, semakin cepat diberikan, semakin banyak racun yang dapat diserap. Namun, tidak semua bahan dapat diserap oleh arang aktif. Beberapa di antaranya yang tidak dapat diserap adalah litium, asam atau basa kuat, logam dan bahan inorganik (misalnya, natrium, besi, timah, arsen, yodium, fluorin, dan asam borat), alkohol (misalnya etanol, metanol, isoprofil alkohol, glikol, dan aseton), dan hidrokarbon (seperti minyak tanah, bensin, oli, dan hidrokarbon tumbuhan seperti minyak pinus).

Norit relatif aman dan tidak mengiritasi dinding salurang pencernaan. Tapi sebaiknya digunakan atas nasehat dokter Anda. Efek samping tersering adalah konstipasi (buang air besar tidak lancar). Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kemampuannya yang dapat juga mengadsorbsi zat gizi dan vitamin yang diperlukan tubuh sehingga arang aktif tidak boleh terlalu sering digunakan. (NANDA)

dikutip dari :http://piogama.ugm.ac.id/index.php/2009/02/arang-aktif-si-penjerap-racun/





Cara Menyusun Filter

1 02 2009

Guys, gw mau ngomong soal filter. Lo tau ga sich apa itu filter? Dalam dunia akuakultur filter itu adalah alat yang digunakan untuk menyaring air dengan tujuan memperbaiki kualitasnya agar bisa dipakai lai (Perwira : 2008). Nah sistem filter sendiri merupakan kumpulan dari berbagai part (bagian) yang memiliki fungsi spesifik. Inti sarinya lo apalin aja dah pembagian filter yang gw kasih ini dan kegunaannya ya!
Bagian Bagian Sistem Filtrasi :
1. Filter Fisik
Filter fisik ini cara kerjanya sama seperti saringan teh yang sering lo pakai di dapur. Cara kerja bagian ini adalah mencegah molekul makro lewat. Dalam akuarium molekul makro itu biasanya tampak mata kok!!!! Contoh molekul makro itu adalah Sisa pakan, Sisa feces ikan dll. Nah karena lo dah ngerti inti sari filter ini so lo harusnya bs kreatif nentuin bahan filter ini, lo bisa aja beli kasa akuarium di toko ikan tapi lo juga bisa aja secara kreatif memasukan cangcut yang dah sobek sebagai filter fisik. He3x… Be Kreatif Guys!!!
2. Filter Kimia
Nah setelah di filter fisik kan masih ada partikel – partikel yang super kecil tetep kebawa air tuch maka selanjutnya ini saat filter kimia mengambil alih. Bahan yang digunakan dalam filter kimia ini adalah zeolit atau arang aktif. Fungsi dari kedua bahan itu adalah mengikat zat mikro dan racun yang masih terlarut contohnya nitrit, nitrat maupun amoniak. Buat detail cara ngikatnya ga mau gw jelasin disini ah! Oh ya lo bisa dapetin zeolit di toko bahan pertanian atau toko perikanan. Ada berbagai ukuran zeolit yang dijual mulai dari sekuran tepung ampe yang seukuran batu kali jadi bijaklah dalam memilih ya!!! Trus kalao areng aktif bisa juga lo ganti sama arang skam atau areng yang laen, gw sendiri sich lebih suka pake areng batok kelapa. He3x… yang terakhir perlu lo inget filter kimia ada kadaluarsanya loh!!!
3. Filter Biologis
Oke setelah air di filter 2 kali selanjutnya tugas bakteri buat mengurai amoniak. Inti dari filter biologis adalah menyediakan substrat yang lebih luas untuk tempat tumbuhnya bakteri. Nah lo bisa dapetin filter ini di toko berupa bioball atau keramik tapi lo juga bisa kreatif contohnya pakai potongan potongan botol akua bekas!!! Kreatif dikit dech!!!
4. Disinfektan (Optional)
Nah kalo lo perhati’in nich filter gw kasih tanda “(optional)” ini karena filter ini emang jarang digunaain kalo lo bikin akuarium display. Filter ini banyak digunakan dalam sterilisasi air. Lo bakal pakai filter ini kalau lo bikin usaha pembenihan udang atau akuarium segede seaworld. Kerja dari filter ini adalah setelah air di filter dengan ketiga filter diatas maka seluruh bakteri yang ada di air dimatikan. Nah cara mematikan bakteri ini bisa berbagai cara mulai dari diberi zat kimia, dipanaskan atau di radiasi. Cara yang paling umum digunakan adalah menggunakan radiasi sinar UV.
Nah udah segitu aja dech yang perlu gw omongin ama elo soal filter. Kalo lo Minat ama akuakultur yang kayak gini harus lo ngerti’in bener bener di luar kepala!!!!
Regard,
Perwira





Filter Samping

1 02 2009

Sistem filter samping adalah yang banyak digunakan. Kelebihan dari sistem filtrasi ini adalah, kotoran di bagian bawah dapat tersedot. Serta kemudahan mengganti media filter. Namun kekurangan dari sistem ini adalah sulitnya membersihkan kotoran-kotoran yang menempel di dinding kaca. Hal tersebut disebabkan karena sempitnya ruang gerak dan cukup dalam. Kelemahan lainnya adalah, aquarium kurang indah dipandang karena aquarium terlihat jelas dari depan terbagi menjadi 2 bagian.

Media yang digunakan dalam sistem filter samping diurutkan dari atas ke bawah adalah filter fisik, kimia dan biologis. Filter fisik yang digunakan adalah kasa, filter yang kimia yang digunakan adalah zeolit dan arang aktif serta filter biologis adalah bioball, potongan pralon atau potongan botol aqua. Disarankan pada lapis paling atas gunakan kasa yang cukup tebal lalu berikutnya antara lapisan filter batasi dengan kasa juga. Hal ini berguna untuk mempermuadah saat pembongkaran akuarium dan mengoptimalkan kegunaan filter

Yang harus diperhatikan dari filter samping adalah pompa yang anda gunakan. Gunakan pompa yang sesuai dengan ukuran akuarium anda karena daya hisap dari filter ini sangat dipengaruhi oleh debit pompa. Jika pompa terlalu besar maka daya hisap akan sangat tinggi sehingga salah – salah akan menghisap ikan yang anda pelihara terutama ikan yang berukuran kecil seperti neon tetra.
untitled