Budidaya Patin – Metode Pemberian Pakan yang Baik dan Benar untuk Induk Patin

28 05 2009

pemberian pakan

Pakan diberikan dengan disebarkan secara perlahan sambil mengamati perilaku ikan. Ikan yang bermasalah bisanya memiliki nafsu makan yang rendah dan terasing dari komunitasnya. Pengontrolan kondisi ikan saat pemberian makan merupakan waktu paling mudah untuk kerperluan deteksi dini terhadap masalah.  Jika seandainya ikan terlihat telah kenyang sedangkan jatah pakan masih tersisa maka hentikan pemberian pakan dan catat jumlah pakan yang diberikan pada waktu tersebut.





Menghasilkan benih yang baik dengan inbreeding

1 02 2009

Inbreeding yang selama ini selalu disalahkan atas menurunnya kualitas benih ikan, padahal taukah anda bahwa sebenarnya inbreeding bisa juga digunakan untuk menghasilkan benih unggul. Caranya adalah dengan menghasilkan organisme homozygot yang memiliki gen – gen unggul.





INBREEDING

1 02 2009

Di dalam akuakultur inbreeding di dikenal dengan istilah perkawinan individu yang memiliki kekerabatan dekat. Dalam genetika, Inbreeding bertujuan untuk mendapatkan hewan yang homozygot (yang unggul dalam salah satu sifat, misalnya mempunyai kemampuan yang tinggi dalam kenaikan berat badan dan sifat ini menurun). Dalam Inbreeding frekuensi gen, seleksi, genetif drift tidak mengalami perubahan. Sehingga untuk menghasilkan benih yang baik dan unggul dilakukan seleksi atau perkawinan silang.
Inbreeding memiliki dampak positif dan negative dalam akuakultur. Dampak positif dari inbreeding adalah diperoleh benih yang unggul, ketahanan terhadap penyakit, dan efisiensi pakan yang baik. sedangkan dampak negatif dari inbreeding yaitu jika terjadi secara tidak terkendali dan tanpa dilandasi pengetahuan yang baik adalah munculnya sifat – sifat merugikan yang sebelumnya tertutup sifat dominan (resesif).permasalahan dari inbreeding yang langsung dirasakan adalah menurunnya kualitas benih.





Hormon steroid

1 02 2009

Hormon steroid berasal dari kolesterol dan berstruktur inti perhidrosiklopentanolfenantren yang terbagi atas tiga cincin sikloheksana. Senyawa steroid terdapat pada hewan, tanaman tingkat tinggi bahkan terdapat pula pada beberapa tanaman tingkat rendah seperti jamur (fungi). Steroid banyak terdapat di alam tetapi dalam jumlah yang terbatas dan mempunyai aktivitas biologis, yang mempunyai karakteristik tertentu yaitu seperti 1) substitusi oksigen pada atom C-3 yang merupakan sifat khas steroid alam 2) subsitusi gugus metil angular pada atom C-10 dan C-13 yang dikenal dengan atom C-18 dan C-19, kecuali pada senyawa steroid dengan cincin A berbentuk benzenoid, seperti pada kelompok esterogen. Mendengar kata steroid, anabolic steroid, obat perangsang meningkatnya metabolisme hormonal tubuh manusia sehingga menjadi lebih kuat. Steroid ini di dalam dunia olahraga sering menimbulkan kontroversi, mengingat prestasi seseorang dapat meningkat dengan mengkonsumsinya, sementara di pihak lain, konsumsi steroid dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan manusia. Baik yang terdapat di tumbuhan maupun di hewan, merupakan hormon yang larut dalam lemak, dan mempunyai struktur basa tetrasiklo. Struktur basa memiliki empat cincin yang saling terpaut dan terdiri dari tiga cincin sikloheksan dan dan siklopentan tersintesis dari asetil CoA melalui jalur asam mevalonik di dalam metabolisme sel tumbuhan. Perbedaan pre-kursor di jalur asam mevalonik, dalam biosintesis steroid pada tumbuhan dan hewan menghasilkan produk steroid yang berbeda, pada tumbuhan menghasilkan brassinolide dan pada hewan menghasilkan kolesterol, dan yang lain lagi pada cendawan menghasilkan ergosterol.

Secara rinci beberapa fungsi steroid adalah sebagai berikut :

  • meningkatkan laju perpanjangan sel tumbuhan
  • menghambat penuaan daun (senescence)
  • mengakibatkan lengkuk pada daun rumput-rumputan
  • menghambat proses gugurnya daun
  • menghambat pertumbuhan akar tumbuhan
  • meningkatkan resistensi pucuk tumbuhan kepada stress lingkungan
  • menstimulasi perpanjangan sel di pucuk tumbuhan
  • merangsang pertumbuhan pucuk tumbuhan
  • merangsang diferensiasi xylem tumbuhan
  • menghambat pertumbuhan pucuk pada saat kahat udara dan endogenus karbohidrat.

Hasil identifikasi golongan senyawa ekstrak Callyspongia sp.

Pereaksi Golongan Hasil

Golongan

Hasil

Lieberman-Buchard

Terpenoid & steroid

-

Mayer

Alkaloid

+

Dragendorf

Alkaloid

+

Bouchardat

Alkaloid

+

Zn/ HCl

Flavonoid

-

Mg/ HCl

Flavonoid

-

Benzen-NaOH

Antrakinon

-

Molisch

Gula

-

DAFTAR PUSTAKA

Hanani, E, Mun’im A, Sekarini, R. Identifikasi Senyawa Antioksidan Dalam Spons Callyspongia Sp. Dari Kepulauan Seribu. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. II, No.3, Desember 2005, 127 – 133. Departemen Farmasi, FMIPA-UI, Kampus UI Depok 16424.