Skip to content

Preparasi Kromosom Teknik Jaringan Padat

February 1, 2009
tags:

Jumlah kromosom dari setiap spesies itu berbeda-beda. Oleh karena itu dalam budidaya penting untuk mengetahui jumlah kromosom, kaitannya dalam rekayasa genetika. Kromosom adalah badan mikroskopis dalam inti sel yang merupakan struktur sel paling penting yang bertugas untuk menurunkan sifat kepada keturunan (Kirpichnikov, 1981 dalam Sayekti, 1993). Kromosom merupakan struktur halus yang mengandung untaian kromatin yang sangat padat selama pembentukan sel. Kromosom merupakan struktur yang mengandung cetak biru atau kode biologi untuk menghasilkan fenotip (Tave, 1986 dalam Sayekti, 1993). Penghitungan kromosom dapat dilakukan melalui kultur jaringan atau melalui teknik jaringan padat/preparat agar dapat menghasilkan hasil yang akurat (Carman, 1992 dalam Setiadi, 1995). Kromosom tampak jelas pada saat pembelahan sel yaitu pada saat metafase. Pengamatan kromosom berguna untuk menentukan bentuk dan jumlah kromosom serta penentuan ploidi
Lankah yang dilakukan pertama – tama ikan direndam dalam larutan Kolkisin 0.07% (w/v) selama 6-9 jam untuk memutus benang Spindel dan menghentikan pembelakah sel pada tahap metafase. Selama perendaman dalam wadah, ikan diberi aerasi yang baik setelah itu ikan dibunuh. Kemudian sirip ekor dan insang ikan dipotong. Potongan jaringan tersebut direndam dalam larutan hipotonik (KCl 0.075 M) selama 60 menit pada suhu ruang dengan tujuan menggelembungkan ukuran sel sehingga kromosom memiliki ruang yang lebih luas untuk diamati. Larutan hipotonik diganti setiap 30 menit selama waktu perendaman dengan volume 20 kali volume jaringan. Lalu jaringan difiksasi dengan larutan Carnoy selama 60 menit untuk menjaga keutuhan kromosom. Larutan Carnoy diganti setiap 30 menit. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan preparat (bila diperlukan jaringan yang telah difiksasi dapat disimpan dalam refrigrator selama 2 – 3 minggu).
Pada tahap pembuatan preparat, jaringan yang telah difiksasi diambil dengan menggunakan pinset dan disentuhkan pada tissue untuk menghilangkan larutan fiksasi. Kemudian jaringan tersebut diletakkan di atas gelas objek cekung dan ditambahkan 3 – 4 tetes Asam Asetat 50%. Setelah itu jaringan digerak-gerakkan dengan menggunakan pisau bedah secara hati-hati hingga terbentuk suspensi sel (larutan menjadi keruh). Gelas objek yang akan digunakan sebagai preparat sebelumnya direndam di dalam alkohol 70% minimal selama 2 jam. Suspensi sel yang terbentuk diambil dengan menggunakan pipet tetes lalu diteteskan di atas gelas objek yang ditempatkan diatas hot plate dengan suhu 45-500C, dan dihisap kembali dengan cepat setelah terbentuk lingkaran (ring). Pada setiap gelas objek idealnya dapat dibuat menjadi 3 lingkaran.
Selanjutnya pada tahap pewarnaan preparat, preparat yang telah berisi lingkaran diwarnai dengan larutan giemsa 20% dengan cara memberikan larutan sebanyak 3 – 5 tetes lalu disebarkan hingga menutupi ring dengan menggunakan tusuk gigi. Pewarnaan dilakukan selama 20 – 30 menit pada suhu kamar. Preparat dibilas dengan menggunakan akuades selama 20 – 30 menit pada suhu kamar. Setelah kering, preparat diamati di bawah mikroskop

One Comment leave one →
  1. March 16, 2010 12:04 pm

    sepertinya banyak yang menggunakan artikel ini sebagai sumber kopas dah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: